DIALEKSIS.COM | Tajuk - Dalam peta perpolitikan Aceh pasca Pilkada 2024, sosok Bustami Hamzah tampil bak panglima yang kalah perang namun tak terpatahkan semangat strateginya. Kekalahan bukanlah akhir, melainkan simpul baru dalam narasi perjalanan politik yang kompleks dan penuh kalkulasi.
DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh Prof. Mujiburrahman mengapresiasi keputusan Bustami Hamzah dan Fadhil Rahmi yang memilih untuk tidak mengajukan gugatan sengketa hasil Pilkada Aceh ke Mahkamah Konstitusi (MK).
DIALEKSIS.COM | Tajuk - Sepekan telah berlalu sejak kepergian Tgk. H. Muhammad Yusuf A. Wahab, atau yang akrab disapa Tu Sop Jeunieb. Kini, Aceh menghadapi babak baru dalam perhelatan politiknya. Bustami Hamzah, sang calon gubernur, berdiri di persimpangan, mencari sosok pendamping yang akan mengisi kekosongan yang ditinggalkan almarhum Tu Sop.
DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Ketua DPD Gerindra Aceh, Fadhlullah (Dek Fad), mengecam peristiwa penggranatan rumah pribadi Bustami Hamzah, mantan PJ Gubernur Aceh.
DIALEKSIS.COM | Tajuk - Bustami Hamzah bisa dibilang disersi dari tugasnya sebagai Pj Gubernur Aceh. Pasalnya, Bustami tidak menyelesaikan tugas yang diletakkan dipundaknya. Salah satu tugas berat itu adalah mensukseskan Pekan Olahraga Nasional (PON).
DIALEKSIS.COM | Aceh - Isu yang beredar tentang kemampuan Bustami Hamzah, Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, untuk merangkul semua partai untuk mendukung dan mengusung dalam Pilkada Aceh 2024 menuai tanggapan skeptis dari peneliti politik. Peneliti Analisa Demokrasi Indonesia (ADI) Zulfikar Mirza, menilai klaim tersebut tidak logis dan rasional.
DIALEKSIS.COM | Aceh - Bustami Hamzah bukan politikus biasa. Ia birokrat yang lihai berpolitik. Di balik meja kerjanya sebagai Sekda Aceh definitif sekaligus Pj Gubernur Aceh, tersimpan ambisi yang tak kasat mata.
DIALEKSIS.COM | Aceh - Hiruk pikuk menjelang Pilkada 2024 sudah memasuki tahapannya di Provinsi Aceh. Sejumlah bakal calon gubernur bermunculan, seperti Muzakir Manaf, Nasir Djamil, Prof. Abdullah Sanny, Tgk. Muhammad Yus, dan Muhammad Nazar.